Skip navigation

Hari yang indah dan hanya satu kali setahun ini terasa menyenangkan dan tentu saja bermakna. Di hari ini pula tak sedikit keluarga yang jauh-jauh datang alias mudik untuk berkumpul berbagi suka duka. Begitu pula di rumahku, meskipun tiap hari anggota keluarga masih lengkap di rumah, tapi hari ini tetap selalu berkesan. Ketupat opor dan sambal goreng adalah menu yang selalu ada di rumah.. senangnya.

Lebaran juga identik dengan saling maaf, menjaga silaturahmi dengan saling berkunjung. Saudara lama, atau pun sahabat lama pun dapat bertemu dengan mudah. Dan tentu pula saling berbagi cerita tentang keseharian di ranah rantau tentu sangat menyenangkan. Tentang keluarga, pekerjaan dan sebagainya. Terkadang jika ditanya tentang pekerjaan ataupun pacar jadi kikuk sendiri, iyalah secara masih ‘pengacara’ (pengangguran banyak acara) hee..

Awalnya silaturahmi untuk saling merekatkan tali persaudaran agar tidak putus, namun tak jarang pula bikin bete gara-gara membahas hal-hal yang tidak perlu. Pamer inilah itulah, apalagi tentang harta kekayaan, pekerjaan dan sebagainya, sebenarnya hanya bercerita sewajarnya tapi lama-lama (rumpi deh). Aku sendiri sih ga risih atau keberatan namun terkadang sedikit mengganggu tapi sudahlah daripada tidak ada bahan pembicaraan dan hanya bisa meng-iya-kan saja.

BTW, hari lebaran tetap menyenangkan, apalagi buat anak-anak kecil, dapat sawer hee… Selamat Lebaran, maap-maap ya kalo banyak salah ….

2 Comments

  1. nah ini dia yang saya kurang setuju….

    … Lebaran juga identik dengan saling maaf, menjaga silaturahmi dengan saling berkunjung…

    wah, saling maaf kok cuma setahun sekali?
    silaturahmi seharusnya dilakukan setiap saat sama semua mahluk tuhan di muka bumi ini, bukan cuma sama sesama muslim.

    kenapa kita ga mulai dari diri kita (minmal dari tulisan deh!) menunjukkan bahwa muslim indonesia ga seperti yang telah berabad2 diterapkan di indonesia atau seperti yang terkesan belakangan dengan maraknya terorisme di negara ini?

  2. Sebelumnya maap lahir batin juga. makasih dah kasih komentar. saya menulis apa adanya yang saya lihat di lingkungan saya.
    merubah kebiasaan tidak semudah mengatakan sesuatu.
    Dan jika kebiasaan itu tidak merugikan orang lain kenapa nggak?
    Secara ekstrim mungkin terlihat saling maap hanya dilakukan saat lebaran, karena smua orang saling berkunjung dan punya waktu luang yang banyak di hari2 itu.

    Kalau untuk menjaga silaturahmi lewat sms telpon pun bisa, jika saudara saya di aceh atau di papua misalnya hanya liburan panjang seperti ini baru bisa pulang kampung ya kan?
    Jadilah tradisi pulkam spt ini.

    Dan untuk saling memaafkan memang seharusnya dilakukan tiap kali berbuat salah.🙂

    salam kenal.
    * untuk masalah teroris, no comment deh, ALlah Maha Melihat *


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: