Arsip Tag: harian

Alhamdulillah terlaksana sudah ujian atau sidang skripsi saya kemaren (05/02), dan saya lulus meski dengan revisi. Terimakasih buat teman-teman yang sudah membantu dan mendukung saya dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. 

Selamat Tahun Baru 2009 ….

Selamat tahun baru Hijriah 1 Muharram 1430 H.

Technorati Tags: ,,

Sehabis makan malam terasa ngantuk, akhirnya saya pun merebahkan diri di kasur, tak lama berselang saya pun tertidur.

Kira-kira pukul 10 malam saya terbangun, karena mimpi buruk. Entah kenapa saya masih mengingat detil mimpi saya. Gigi geraham bawah sebelah kanan ujung lepas. Padahal kenyataannya memang sudah lama sekali tanggal.

Ada mitos di masyarakat tentang arti mimpi tersebut yaitu akan ada kematian di dekat saya. Saya tidak percaya dengan mitos tersebut, karena yang punya Kuasa adalah Dia, yang menciptakan manusia.

Mimpi bagi saya adalah hanyalah bunga tidur, bagaimana mimpi itu bisa terjadi adalah misteri. Tapi setelah saya pikir, apa karena tadi ketiduran dan belum sholat isya. Mungkin.

AXIS

AXIS

Kemarin (29/10) ketika berjalan bersama teman saya, kami melihat konter hape yang menjual perdana AXIS yang murah, bisa dikatakan murah banget. Hanya dengan 3000 rupiah saja bisa mendapat Kartu perdana dengan pulsa 6000 rupiah. Tentunya tanpa curiga sedikitpun kami akhirnya membeli kartu itu. Setelah beberapa meter dari konter, teman saya akan membuka boks perdana tersebut. Teman saya kaget karena menemukan segel sudah dalam keadaan terbuka, dan semakin kaget pula ketika tahu bahwa SIM card sudah terlepas dari tempatnya. Wah, pasti sudah diaktifkan sebelumnya, ternyata benar ketika teman saya mencoba di ponsel tidak keluar pesan untuk registrasi. Sempat kecewa dan curiga kalau perdana mungkin sudah tidak berisi pulsa. Namun setelah di cek ternyata masih utuh pulsa 6000 rupiah. Yang menjadi pertanyaan, kenapa kartu sudah diaktifkan terlebih dahulu, dan kenapa pulsa tidak berkurang sedikit pun serta masa berlaku kartu hingga agustus 2009 (tercantum dalam kemasan).

Akhirnya kamipun pulang dengan rasa penasaran. Ketika perjalanan pulang ternyata tak hanya konter tadi yang menjual dengan harga yang murah, ada beberapa konter lain yang menjual dengan harga serupa. Dan saya pun curiga mereka menjual perdana yang telah terbuka segelnya. Bagi saya, konsumen telah merasa dirugikan karena tidak mendapatkan produk utuh, meskipun harganya murah. Tapi kami pun lalai karena tidak memperhatikan dan memeriksa keadaaan produk. Padahal dalam setiap kemasan telah tertera agar jangan menerima kemasan apabila segel terbuka atau rusak.

Anda sebaiknya juga berhati-hati dalam pembelian produk serupa maupun produk lain yang bersegel, pastikan keadaan produk masih utuh. Untuk pembelian kartu perdana sebaiknya membeli dalam keadaan utuh dan belum diaktifkan kartunya, sebab kita tidak tahu identitas siapa yang didaftarkan ketika pengaktifan.

Buah Murbei

Buah Murbei

Kemaren (21/10) siang ada seorang bapak-bapak menjajakan buah murbei lewat depan rumah dan saya pun membelinya, dengan harga Rp. 3500,- saya mendapat buah murbei se-mangkuk. Sebelum dituang di mangkuk buah ini dikemas dalam plastik, dulu sering dikemas dalam keranjang kecil dari anyaman bambu. Karena mahalnya keranjang bambu tersebut akhirnya beralih ke plastik, kata penjual yang berasal dari Kopeng. Rasa buah ini manis dan ada rasa asam sedikit, jadi terasa menyegarkan dilidah. Berikut adalah ulasan dari IPTEK.net.id tentang murbei dan manfaatnya.

Murbei

(Morus alba L.)

Sinonim :
= M. australis, Poir. = M. atropurpurea, Roxb. = M. constantinopalita, Poir. = M. indica, Linn. = M. rubra, Lour.

Uraian :
Murbei berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m dpl. dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basa seperti di lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang ditemukan tumbuh liar. Pohon, tinggi sekitar 9 m, percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 4 cm. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 2,5 – 20 cm, lebar 1,5 – 12 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk tandan, keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk taju, warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tabun. Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda warnanya hijau, setelah masak menjadi hitam. Biji kecil, warna hitam. Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan unluk makanan ulat sutera. Daun muda enak di sayur dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yang sering bisulan. Perbanyakan dengan setek dan okulasi. Baca Lebih Lanjut »

Pagi di hari minggu ini cerah dengan cahaya matahari yang menghangatkan kota Salatiga yang dingin, sebenarnya lebih nyaman buat selimutan diatas kasur tapi masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan, wuih skripsiku masih di titik nol, OMG!!. Setelah judul yang ditolak beberapa waktu lalu sekarang saya harus membuat proposal baru, tapi bingung mau bikin apa? aplikasi java atau mobile website menggunakan XHTML, jika dilihat dari efisien waktu, sebenarnya XHTML pilihannya, karena tidak terlalu rumit, akan tetapi Java lebih menguntungkan, karena topik ini lebih menarik dan kemungkinan diterima oleh dosen lebih besar. Kendalanya saya harus belajar dari awal lagi untuk membuat aplikasi java, padahal waktu yang tersisa maksimal 2 bulan, gimana nih?? Any suggestion??

Waktu sudah menunjukkan pukul 00:32 WIB, rasa kantuk belum terasa, pengennya cepet-cepet nyelesain proyek website buat client tapi kok ga ada inspirasi … stuck … akhirnya blogging aja hee. Hujan sudah reda tapi rasa dingin semakin menusuk, untungnya ga kena flu soalnya tadi kehujanan (ga bawa payung hee). Di tipi diputar film Highway Men, seperti biasanya film-film di tipi malam-malam gini sudah pernah ditayangkan jadi nonton cuma sekilas aja. Mu nulis apa lagi ya ?? Udahan aja ah … mu lanjut … ;-)

Semalam pas hujan turun deras di ruang tamu tercecer koran (pernah kerja di sana) hari minggu, saya teringat kalau hari kamis kemaren saya mengirim imel ke mbak Winda (koordinator rubrik di harian SM) yang isinya artikel untuk rubrik anak-anak minggu ini dan akhirnya saya baca koran. Wah, bener seperti kata mbak Winda kalau minggu ini tulisan saya bakal dimuat, senangnya hee, meskipun hanya untuk tulisan di rubrik anak-anak (kalau rubrik umum belum nyandhak–bahasa jawa:belum sampai hee…). Tulisan itu kali ketiga dimuat di harian SM, saya menulis tentang Hutan Surgawi di daerah Papua, untuk dua tulisan sebelumnya tentang Terumbu karang dan Virus komputer. Ga sabar menulis lagi untuk tulisan berikutnya. Makasih mbak Winda .. :-D

Kebiasaan setiap tahun yang dilakukan aku dah keluarga adalah berkunjung ke rumah mbah di desa. Kemarin (03/10)sekitar pukul 15.00 kami sekeluarga pergi ke desa di kaki gunung Merbabu. Hari itu terasa panas, ya semoga saja sampe di desa di sambut dengan kesejukan.
Setelah menempuh selama 30 menit dengan motor akhirnya sampai juga. Wah mbah dah menyambut dengan wajah berseri. Maklum kami hanya sekali dalam setahun berkunjung.
Wah, ternyata cuaca tetap panas tapi lebih sejuk dikit ketimbang di kota. Setelah melepas penat dengan minum teh anget, lalu kami pun mengunjungi satu per satu rumah tetangga dan saudara lainnya.
Satu kebiasaan baik tapi juga bikin kesel dikit, tiap kali masuk ke rumah tetangga atau saudara selalu ditawarin (dipaksa) untuk makan, coba bayangkan jika mengunjungi 10 rumah, bisa buncit perut ini hee.
Tapi bisa disiasati dengan makan sedikit saja, nglegake dalam bahasa jawa untuk menghormati tawaran tuan rumah.
Makanan yang khas di desa itu adalah serundeng, lauk yang terbuat dari kelapa parut yang dimasak sangrai dengan gula aren yang lumayan menggugah selera, apalagi ditambah dengan irisan daging sapi. Selain serundeng, ada juga sambal godog, sayur yang berisi tahu dan dimasak pedas dengan santan juga banyak disediakan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 saatnya pulang ke rumah mbah, tapi tiba-tiba hujan lebat, wah padahal siangnya cerah-cerah saja. Niat pulang diurungkan meskipun sakit kepalaku kambuh. Akhirnya kami pun singgah sembari menunggu hujan reda di rumah salah satu kerabat. Karena cuaca yang dingin, saudaraku membuat wedang jahe, wah pas banget diminum waktu hujan seperti ini dan isajikan panas-panas membuat badan terasa hangat.
Karena sudah terlalu malam dan hujan sedikit reda akhirnya kami putuskan untuk pulang, dan tentunya sesampainya di rumah nenek sakit kepalakupun menjadi-jadi. Badan langsung terkapar di tikar diatas amben, meja panjang dan lebar dari bambu yang ditujukan untuk tempat bersantai. Dan tak lama kemudian akupun tertidur.
Dinginnya pagi membangunkanku tadi subuh, semalaman aku tidur berselimutkan jarik kain batik yang dipake bersama kebaya, kain tipis tapi cukup melindungi dari dingin. Tak lama kemudian akupun ambil air wudlu dan sholat subuh. Indah dan sejuknya pagi tapi kurang bisa menikmati karena kepala masih pening dan berat, tapi setidaknya rasa syukur tetap terucap.